:: Selamat Datang di Website Resmi Pusat Laboratorium Narkotika BNN ::
Urine Screening System

Urine Screening System merupakan program aplikasi yang berupa sistem informasi mengenai pemeriksaan awal (skrining) terhadap urine yang mengandung narkoba. Program aplikasi ini dibuat berdasarkan kebutuhan dalam meningkatkan pelayanan pengujian narkoba pada Pusat Laboratorium Narkotika BNN guna mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dimana salah satu tugas dan fungsi Pusat Laboratorium Narkotika BNN adalah melakukan pelayanan pengujian melalui proses laboratorium dari aspek Spesimen Biologi dan Toksikologi.

Lingkup pembahasan yang ada pada Urine Screening System ini terdiri dari beberapa materi, diantaranya parameter pemeriksaan urine narkoba pada alat skrining, penggunaan dan pendeteksian alat skrining, alur pemeriksaan urine, model alat skrining urine, skrining urine merupakan pemeriksaan awal, false positif pada alat skrining urine narkoba dan pemeriksaan urine lebih efektif dibanding pemeriksaan spesimen lain. Selain itu pada Urine Screening System juga memuat beberapa publikasi berupa artikel dan berita terbaru tentang skrining urine. Publikasi dan berita terbaru tentang skrining urine dapat di update oleh tim yang ditunjuk minimal sebulan sekali. Urine Screening System ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Kedeputian di BNN, BNNP, BNNK/Kota, Penyidik Narkoba serta pihak lain yang terkait dalam pemeriksaan urine.

Screening Urine Merupakan Pemeriksaan Awal

Pusat Laboratorium Narkotika BNN merupakan salah satu laboratorium yang ditunjuk untuk pemeriksaan narkoba sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 194/MENKES/SK/VI/2012. Sampel yang diperiksa berupa raw material (serbuk, kristal, tablet, kapsul, bahan/daun, biji, batang) , spesimen (urine, darah, dan rambut), maupun sediaan farmasi seperti wadah plastik, alat hisap, botol, alat suntik, maupun wadah bekas tempat yang dicurigai narkoba.

Khusus untuk pemeriksaan spesimen urine yang mengandung narkoba di Pusat Laboratorium Narkotika BNN menggunakan dua tahapan pengujian, diantaranya: pemeriksaan awal (skrining) dan lanjutan (konfirmasi). Pemeriksaan skrining merupakan pemeriksaan awal pada obat pada golongan yang besar atau metabolitnya dengan hasil presumptif positif atau negatif. Secara umum pemeriksaan skrining merupakan pemeriksaan yang cepat, sensitif, tidak mahal dengan tingkat presisi dan akurasi yang masih dapat diterima, walaupun kurang spesifik dan dapat menyebabkan hasil positif palsu karena terjadinya reaksi silang dengan substansi lain dengan struktur kimia yang mirip. Pada pemeriksaan skrining, metode yang sering digunakan adalah immunoassay dengan prinsip pemeriksaan adalah reaksi antigen dan antibodi secara kompetisi. Pemeriksaan skrining dapat dilakukan di luar laboratorium dengan metode onsite strip test. Berapa hal yang perlu diperhatikan pada alat skrining adalah registrasi dari Kementerian Kesehatan, parameter yang akan di uji, nilai cut off, expired date, waktu deteksi dan penyimpanan serta untuk hasil skrining perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan (konfirmasi) ke Laboratorium yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan dengan tujuan menghindari adanya positif palsu pada rapid test. Peraturan mengenai penunjukan Laboratorium Pemeriksaan Narkoba tertuang pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 194/MENKES/SK/VI/2012.

Pemeriksaan konfirmasi merupakan pemeriksaan lanjutan dan digunakan pada pemeriksaan spesimen dengan hasil positif pada pemeriksaan awal (skrining). Pemeriksaan konfirmasi menggunakan metode yang sangat spesifik untuk menghindari terjadinya hasil positif palsu. Metoda konfirmasi yang sering digunakan adalah gas chromatography / mass spectrometry (GC/MS) atau liquid chromatography/mass spectrometry (LC/MS) yang dapat mengidentifikasi jenis obat secara spesifik dan tidak dapat bereaksi silang dengan substansi lain. Kekurangan metode konfirmasi adalah waktu pengerjaannya yang lama, membutuhkan keterampilan tinggi serta biaya pemeriksaan yang tinggi.

Literatur